Gara-Gara Mengkritik Pemerintah, Tiga Blogger Dijatuhi Hukuman Penjara
advertiser

Tiga Blogger yang berasal dari Vietnam divonis penjara karena telah mempublikasikan artikel politik pada situs blog pribadi mereka dan di situs web yang dilarang oleh pemerintah Vietnam.
Pengadilan Vietnam, Ho Chi Min City, menilai bahwa ketiganya telah menyebarkan propaganda anti terhadap pemerintah.
Ketiga blogger tersebut ialah :
Dakwaan terhadap ketiga Blogger tersebut berhubungan dengan publikasi terhadap artikel politik pada situs blog pribadi, dan di situs Free Journalist Club. Free Journalist Club merupakan situs web yang kemudian ‘diharamkan’ oleh pemerintah di Vietnam.
Dalam tulisan ketiga blogger tersebut, mereka mencela mengenai tindakan korupsi, mengkritik kebijakan luar negeri Hanoi, serta ketidakadilan.
Kepala Pengadilan Vietnam Nhuyen Phi Long mengatakan bahwa kejahatan yang telah dilakukan oleh ketiga blogger tersebut sangat serius yang bertujuan melawan negera, dan mereka harus memperoleh hukuman yang serius.
“Ketiga blogger tersebut telah menyalahgunakan popularitas dari dunia maya untuk memuat artikel yang bertujuan untuk merusak serta menerminkan citra pemimpin, mengkritik partai serta menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap negara.” tutur Nguyen.
Hal tersebut sontak menuai kritik dari para aktivis serta organisasi HAM. Amnesty Internasional dan Human Rights Watch meminta pemerintah vietnam untuk membebaskan ketiganya.
Bahkan, Barack Obama, Presiden Amerika Serikat pada bulan Mei lalu, sempat menyoroti kasus Nguyen Van Hai yang biasa mengenakan nama pena Dieu Cay.
Di dalam ruang sidang, Nguyen Van Hai mengatakan bahwa ia tidak pernah melawan negara komunis. “Saya, Nguyen Van Hai, atau Dieau Cay, hanya merasa frustasi oleh ketidakadilan, kediktatoran yang tidak mewakili negara, namun hanya mewakili beberapa individu, dan korupsi.” tegas Nguyen Van Hai.
Pembicaraan dalam persidangan tersebut dihubungkan dengan pengeras suara di ruang observasi yang digunakan untuk wartawan serta diplomat. Akan tetapi satanyanya, ketika Dieu Cay sedang berpidato, suaranya yang terhubung dengan pengeras suara tersebut dihentikan ditengah jalan. Pengeras suara dimatikan sebelum ia selesai berpidato.
“Menurut undang-udang negara (Vietnam), warga memiliki hak untuk memperoleh kebebasan dalam berbicara, dan hal tersebut sesuai dengan yang ada pada perjanjian internasional………..” Pidato Nguyen Van Hai sebelum pengeras suaranya dimatikan.
Source
Tiga Blogger yang berasal dari Vietnam divonis penjara karena telah mempublikasikan artikel politik pada situs blog pribadi mereka dan di situs web yang dilarang oleh pemerintah Vietnam.
Pengadilan Vietnam, Ho Chi Min City, menilai bahwa ketiganya telah menyebarkan propaganda anti terhadap pemerintah.
Ketiga blogger tersebut ialah :
- Nguyen Van Hai alias Dieu Cay , ia dijatuhi hukuman penjara selama 12 tahun.
- Ta Phone Tan dengan 10 tahun penjara
- Phan Thanh Hai dengan 4 tahun penjara
Dakwaan terhadap ketiga Blogger tersebut berhubungan dengan publikasi terhadap artikel politik pada situs blog pribadi, dan di situs Free Journalist Club. Free Journalist Club merupakan situs web yang kemudian ‘diharamkan’ oleh pemerintah di Vietnam.
Dalam tulisan ketiga blogger tersebut, mereka mencela mengenai tindakan korupsi, mengkritik kebijakan luar negeri Hanoi, serta ketidakadilan.
Kepala Pengadilan Vietnam Nhuyen Phi Long mengatakan bahwa kejahatan yang telah dilakukan oleh ketiga blogger tersebut sangat serius yang bertujuan melawan negera, dan mereka harus memperoleh hukuman yang serius.
“Ketiga blogger tersebut telah menyalahgunakan popularitas dari dunia maya untuk memuat artikel yang bertujuan untuk merusak serta menerminkan citra pemimpin, mengkritik partai serta menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap negara.” tutur Nguyen.
Hal tersebut sontak menuai kritik dari para aktivis serta organisasi HAM. Amnesty Internasional dan Human Rights Watch meminta pemerintah vietnam untuk membebaskan ketiganya.
Bahkan, Barack Obama, Presiden Amerika Serikat pada bulan Mei lalu, sempat menyoroti kasus Nguyen Van Hai yang biasa mengenakan nama pena Dieu Cay.
Di dalam ruang sidang, Nguyen Van Hai mengatakan bahwa ia tidak pernah melawan negara komunis. “Saya, Nguyen Van Hai, atau Dieau Cay, hanya merasa frustasi oleh ketidakadilan, kediktatoran yang tidak mewakili negara, namun hanya mewakili beberapa individu, dan korupsi.” tegas Nguyen Van Hai.
Pembicaraan dalam persidangan tersebut dihubungkan dengan pengeras suara di ruang observasi yang digunakan untuk wartawan serta diplomat. Akan tetapi satanyanya, ketika Dieu Cay sedang berpidato, suaranya yang terhubung dengan pengeras suara tersebut dihentikan ditengah jalan. Pengeras suara dimatikan sebelum ia selesai berpidato.
“Menurut undang-udang negara (Vietnam), warga memiliki hak untuk memperoleh kebebasan dalam berbicara, dan hal tersebut sesuai dengan yang ada pada perjanjian internasional………..” Pidato Nguyen Van Hai sebelum pengeras suaranya dimatikan.
Source
Gara-Gara Mengkritik Pemerintah, Tiga Blogger Dijatuhi Hukuman Penjara
Reviewed by
on
Rating:
0 komentar:
Posting Komentar